Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Summoner's Heart : 1. Awal Cerita

Tahun 947, di sebuah negara di barat, Lyvia, seorang pria muda, dengan rambut keperakan dengan mata yang juga sewarna rambutnya, bernama Snow Alferald. Pria muda tampan dengan status master yang dimilikinya. Dia adalah seorang Craft Master di negaranya di akui diseluruh Abpalloms. Dia tinggal dengan damai bersama istri dan anaknya di sebuah rumah kecil nan nyaman di pinggiran kota. Istrinya bernama Scarlet. Wanita cantik pemilik rambut scarlet dan mata ruby. Gadis dengan sejuta bakat hebat yang dimilikinya. Dan anak perempuannya, bernama Edna. Gadis kecil yang baru berumur 3 tahun, yang memiliki rupa seperti ibunya yang cantik. Mereka, dengan seluruh penduduk Lyvia, hidup dengan damai, hingga sesuatu yang mereka panggil ‘ Katastrophe ’ datang dan membawa bencana diseluruh negeri. Snow dan para Engel berperang melawan Katastrophe selama 9 hari. Katastrophe , berhasil dikalahkan, disegel ditempat yang tidak diketahui, tetapi... semua itu memiliki pengorbanan besar. Sang Craft Ma...

Something Lost

Nirmala terbangun dari tidurnya. Ia menangis. Entah kenapa, akhir-akhir ini ia sering bermimpi yang membuatnya menangis saat terbangun. Mimpi dengan orang yang sama dengan cerita yang berbeda. Seorang lelaki yang tak ia ketahui wajah dan namanya. Ia hanya tahu jika orang yang selalu muncul dalam mimpinya itu adalah lelaki dari postur tubuhnya, rambutnya yang pirang emas, dan senyum yang hangat. Tapi Nirmala tak tahu siapa lelaki itu. hanya saja, ia selalu tertawa dalam mimpinya, dan lelaki itu menghilang. Saat itulah ia terbangun dengan air mata yang terus keluar dari matanya tanpa henti. Dan entah kenapa, hatinya merasakan sakit. Nirmala mengacak-acak rambutnya. Akan lebih baik ia pergi ke tempat Rianti, psikolog ternama sekaligus sahabat dekatnya. Tanpa membuang waktu lagi, Nirmala pergi kekamar mandi. * Rianti membuka pintu rumahnya dan tak terkejut mendapati sahabatnya dari SMP itu datang tanpa memberitahu apapun dengan paras yang kacau. Ia tersenyum tipis dan mempersilahk...