Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

TELLING STORY

Klang.... Pintu putih itu terbuka dan tertutup kembali Pandangan yang terlihat di ruangan itu adalah... Sebuah cafe. Atau toko boneka? Banyak meja yang tersusuk layaknya cafe-cafe pada umumnya. Tapi tak ada satupun pengunjung. Hanya ada boneka-boneka berbentuk manusia. Banyak. Sangat banyak hingga hampir memenuhi ruangan. Tampak berkas-berkas cahaya matahari dari luar jendela. Ditengah ruangan, ada sebuah meja bundar yang berbeda dengan yang lainnya. Sebuah sofa berwarna merah yang disekelilingnya dikelilingin boneka-boneka kecil hingga besar. “Ah~ Selamat datang. Adalah hal yang langka melihat seseorang disini.” Ophelia, namanya. Wujud bak boneka porselein, sangat cantik, dengan rambut hitam ikal, iris mata sewarna darah, seperti sepasang ruby yang diletakkan sebagai mata boneka. Baju gothik merahnya tampak sangat cocok dengan mata dan kulitnya yang pucat. “O ya? Kau ingin mendengar cerita?” Diletakkannya cangkir putih itu diatas meja. Ophelia tersenyum. “Kau yakin?...

Summoner's Heart : 2. Guardian Beast

Edna terbangun saat matahari mulai keluar di ufuk timur. Dengan wajah yang masih mengantuk, ia bangkit dan membuka jendela kamarnya. Kabut tipis menyelimuti Lyvia. Gadis itu tersenyum dan kemudian bersiap. Rambut scarletnya, ia ikat dua, dipakainya seluruh perlengkapannya yang juga memiliki warna sewarna rambutnya. Sebuah palu dengan lambang keluarga Alferald, yaitu seekor naga, berada tepat disisi kirinya. Ia menatap dirinya di cermin kemudian berteriak “AKU SIAP!!” dan ia keluar kamar dengan senyum lebarnya. “Selamat pagi, Edna. Sarapan siap, sayang.” Sapa sang ibu, Scarlet,  yang walau sudah tidak muda lagi, tetapi masih secantik dulu. “Pagi, mama.” Sapa Edna yang langsung duduk untuk sarapan bersama mamanya. “Apa rencanamu hari ini, sweetheart?” tanya sang mama yang walau tak nampak, tapi sangat protective terhadap anak semata wayangnya ini. “Umm... aku akan pergi ke Bylivon Tower. Aku akan mendaftar di Craftknight Tournament. Setelah itu, aku akan pergi kehutan. Saat ...

Summoner's Heart : 1. Awal Cerita

Tahun 947, di sebuah negara di barat, Lyvia, seorang pria muda, dengan rambut keperakan dengan mata yang juga sewarna rambutnya, bernama Snow Alferald. Pria muda tampan dengan status master yang dimilikinya. Dia adalah seorang Craft Master di negaranya di akui diseluruh Abpalloms. Dia tinggal dengan damai bersama istri dan anaknya di sebuah rumah kecil nan nyaman di pinggiran kota. Istrinya bernama Scarlet. Wanita cantik pemilik rambut scarlet dan mata ruby. Gadis dengan sejuta bakat hebat yang dimilikinya. Dan anak perempuannya, bernama Edna. Gadis kecil yang baru berumur 3 tahun, yang memiliki rupa seperti ibunya yang cantik. Mereka, dengan seluruh penduduk Lyvia, hidup dengan damai, hingga sesuatu yang mereka panggil ‘ Katastrophe ’ datang dan membawa bencana diseluruh negeri. Snow dan para Engel berperang melawan Katastrophe selama 9 hari. Katastrophe , berhasil dikalahkan, disegel ditempat yang tidak diketahui, tetapi... semua itu memiliki pengorbanan besar. Sang Craft Ma...

Something Lost

Nirmala terbangun dari tidurnya. Ia menangis. Entah kenapa, akhir-akhir ini ia sering bermimpi yang membuatnya menangis saat terbangun. Mimpi dengan orang yang sama dengan cerita yang berbeda. Seorang lelaki yang tak ia ketahui wajah dan namanya. Ia hanya tahu jika orang yang selalu muncul dalam mimpinya itu adalah lelaki dari postur tubuhnya, rambutnya yang pirang emas, dan senyum yang hangat. Tapi Nirmala tak tahu siapa lelaki itu. hanya saja, ia selalu tertawa dalam mimpinya, dan lelaki itu menghilang. Saat itulah ia terbangun dengan air mata yang terus keluar dari matanya tanpa henti. Dan entah kenapa, hatinya merasakan sakit. Nirmala mengacak-acak rambutnya. Akan lebih baik ia pergi ke tempat Rianti, psikolog ternama sekaligus sahabat dekatnya. Tanpa membuang waktu lagi, Nirmala pergi kekamar mandi. * Rianti membuka pintu rumahnya dan tak terkejut mendapati sahabatnya dari SMP itu datang tanpa memberitahu apapun dengan paras yang kacau. Ia tersenyum tipis dan mempersilahk...